Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Mei 2010

WARGA CANGKRING PANEN LELE DAN BAWAL


Pekalongan- Sebagai upaya peningkatan perekonomian bagi warga miskin di Dukuh Cangkring Kelurahan Panjang Baru Kecamatan Pekalongan Utara, pihak perusahaan Pismateks Pekalongan memberikan kucuran dana bantuan hibah sebesar 75 juta .

Dana tersebut dimanfaatkan oleh warga dukuh Cangkring Kelurahan Panjang Baru dalam budidaya jenis ikan lele,ikan bawal dan ikan patin dengan menggunakan lahan tidur milik warga setempat.

Koordinator usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera(UPPKS) Kelurahan Panjang Baru, Turah mengatakan bahwa usaha dibidang perikanan darat ini dilakukan dalam rangka menambah pendapatan daripada masyarakat yang kurang mampu , sehingga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan bagi keluarga kurang mampu.

”Dengan memanfaatkan lahan yang tidak produktif alias lahan tidur warga disekitar Dukuh Cangkring ini mencoba untuk membudidayakan ikan lele, ikan bawal dan ikan patin yang hasilnya dapat dipanen setiap 2 sampai 4 bulan sekali”terang Turah

Menurutnya penggunaan lahan tidur pada masing-masing petak tanah yang ada dengan menggunakan alat yang sederhana, karena bak kolam dibuat dari plastik terpal seluas ukuran 4x5 meter.

”Untuk pembuatan tempat atau bak yaitu dengan menggali tanah sedalam 1 meter dengan ukuran bak sekitar 4x5 meter. Setelah itu galian tanah ditutup dengan menggunakan plastik terpal ” jelas Turah .

Sementara Direktur Pismateks Pekalongan, Ir Anis Sungkar dalam kesempatan itu mengatakan bahwa pihaknya memberikan dana bantuan hibah ini karena kepeduliannya dalam rangka ikut mengentaskan kemiskinan yang ada di Kota Pekalongan.

”Kami berharap agar bantuan hibah ini dapat berkembang dan dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar sini yang pada giliranya akan dapat mensejahterakan keluarga dan masyarakat sekitar dukuh Cangkring”ucapnya.

Ditempat yang sama Camat Pekalongan Utara, Drs Tjuk Kusdiharto merasa bangga dengan apa yang diupayakan sekelompok warga dalam usaha menambah pendapatan keluarga bahkan akan dapat mensejahterakan masyarakat sekitar.

”Kami merasa bangga dengan apa yang dilakukan oleh warga Dukuh Cangkring yaitu dengan mengadakan budidaya ikan lele, ikan bawal dan ikan patin. Sehingga dapat menambah pendapatan keluarga yang secara otomatis akan dapat meningkatkan perekonomian dan kesejehteraan keluarga”ungkapnya.(SW-01)

WARUNG LESEHAN BUTUH PERMODALAN


Batang - Pertumbuhan ekonomi suatu kota, ditandai dengan menjamurnya atau makin berkembangnya jumlah pelaku usaha, yang diantara salah satunya, yaitu warung lesehan ‘INUL’, yang sudah melakukan usahanya dipinggir alun-alun Kabupaten Batang selama hampir tujuh tahun. Selama itu pula, sebagai penggerak roda perekonomian ini, belum pernah mendapat bantuan permodalan dari pihak pemerintah setempat.

Sebagaimana dikatakan oleh pemilik warung lesehan ‘INUL’ Batang, Ike Yuliana (23), yang telah berjualan di alun-alun Batang selama hampir tujuh tahun mengatakan, bahwa sebenarnya dirinya butuh permodalan untuk dapat meningkatkan usahanya, namun selama ini belum ada dan belum pernah mendapat bantuan dari pihak pemerintah untuk membantu permodalan usahanya.

“Kami belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah berupa pinjaman lunak, padahal terus terang saja, kami butuh tambahan modal. Sebab harga bahan pokok sudah pada naik semua, sehingga dengan sendirinya akan menambah ongkos belanja”, terang Ike.

Menurutnya, usaha yang digelar mulai pukul 4 sore hingga jam 1 malam ini, membutuhkan kesabaran dan keuletan, dimana kondisi saat ini dalam keadaan yang tidak stabil perekonomian. “Terkadang kalau lagi ramai, hasil penjualan bisa mencapai 1 juta, namun kalau hari-hari biasa, paling banter hanya separonya“, terang ibu dari Nasya (3,5) dan Azka (2,5).

Untuk dapat mempertahankan usahanya, disamping berjualan warung lesehan dimalam hari, juga dirinya usaha dibidang perkreditan barang seperti barang elektronik dan mebeuler. “Agar modal kami tidak mengandalkan dari usaha warung lesehan saja, kami juga melayani masyarakat dibidang perkreditan baik kredit barang elektronik maupun mebeuler. Pokoknya, apa yang diinginkan oleh masyarakat kita layani”, ucap Ike dengan senyuman khasnya.

Lebih jauh dikatakan, bahwa warung lesehan yang digelar hampir tujuh tahun ini, memang mempunyai ciri khas tersendiri, dimana nama-nama menu makanan dan minuman dengan bahasa gaul, seperti menu sate Yongki, yang ternyata bahannya adalah keong atau kiyong, sate bilyard yang bahannya dari telur puyuh yang ditusuk, dan ada sambel ‘setan’, yang rasanya khas buatan anak Batang, dan masih banyak lagi nama makanan dan minuman yang ditawarkan dengan bahasa gaul.

“Maklum, kebanyakan yang makan disini anak-anak muda, sehingga saya menyesuaikan dengan bahasa gaul atau gaya remaja”, tutur Ike yang saat ini yang masih menjomblo. (SW-01/3)

IMAM KHOLIK SUKSES BERSAMA PRUDENTIAL


Kajen - Tidak ada kompromi untuk menjadi orang sukses, karena untuk menjadikan kesuksesan tidak semudah membalik tangan, tanpa dengan kerja yang ulet didasari ketekunan.

Sebagaimana yang telah dilakukan selama bertahun-tahun dengan berbagai pekerjaan digelutinya oleh seorang unit Manager PRUDENTIAL Pekalongan, Imam Kholik (34), kini dirinya merasakan telah menemukan sebutir permata yang selama ini ia impi-impikan, yang dapat mencukupi kebutuhan anak dan istrinya. Bukan sekedar janji, akan tetapi masa depan yang harus ia temukan, kini telah berada dalam genggamannya sehingga kesuksesan kariernya membuat teman sejawatnya iri dalam segi positifnya.

Ditemui diruang kerjanya, Unit Manager Prudential Pekalongan, Imam Kholik menuturkan kepada SURGA, bahwa saat ini ia harus berjuang untuk dapat memenuhi target, yaitu dengan mengorbitkan 10 unit manager dengan penghasilan Rp. 10 juta perbulan.

“Untuk tahun 2008 ini, kami mentargetkan dapat mengangkat 10 unit Manager dengan penghasilan Rp.10 juta perbulan. Dengan demikian, status saya akan naik menjadi Senior Manager”, ungkap Imam Kholik yang optimis Asuransi PRUDENTIAL Pekalongan akan Booming dan dasyat di Pekalongan.

Menurutnya, Visi Prudential Pekalongan adalah mempunyai jaringan yang terbesar, terkuat di Pantura dan Indonesia dengan misi memberikan perubahan yang lebih baik untuk menggapai masa depan. “Terus terang, Prudential Pekalongan baru berdiri sejak 18 Mei 2006 yang saat itu dirintis oleh senior saya yang bernama A. Sjamsudin, SE, dan hingga saat ini omsetnya sudah mencapai 1 milyar, dengan jumlah 50 Agen dan 300 Nasabah yang tersebar di Pekalongan dan sekitarnya”, imbuhnya.

Selanjutnya dikatakan Imam Kholik, bahwa dalam mengembangkan usahanya, dirinya menerapkan managemen agency dimana masing-masing agen harus dapat bekerja semaksimal mungkin sehingga tidak ada kompromi untuk sukses. “Minimal seorang agen untuk 1 hari harus mendapatkan 10 orang nasabah baru, sehingga seorang agen dituntut untuk dapat menggunakan waktu seoptimal mungkin, jangan ada waktu terbuang sia-sia. Kami tidak mengenal debt collector, karena masing-masing nasabah dalam menyetorkan kewajibannya melalui system pembayaran lewat perbankan nasional seperti Bank Permata, BCA, Bank Mandiri, Bank Mandiri Syariah, Lippo Bank dan BII”, terang Imam yang pernah mendapatkan gemblengan latihan militer di KOPASSUS.

Lebih jauh dikatakan Imam, bahwa produk PRUDENTIAL ada dua macam, yakni Syariah dan Non Syariah. “Berhubung saat ini masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim, maka pihak PT. PRUDENTIAL mempunyai produk asuransi Syariah dengan system bagi hasil, yang keuntungan tiap tahunnya apabila nasabah tidak terjadi komplain, maka akan mendapatkan akumulasi omzet Perusahaan disamping dalam rangka menghindari adanya riba dan praktek usaha yang samar-samar atau ragu-ragu”, ungkapnya.

Produk asuransi syariah dengan investasi yang memberikan perlindungan asuransi jiwa sekaligus keuntungan yang sesuai dengan prinsip-prionsip syariah atau hukum islam. “Manfatnya adalah memberikan perlindungan jiwa dan cacat total dan dapat melakukan pengalihan dana dengan pilihan manfaat yang lebih banyak”, pungkasnya.(SW-01@3)