Tampilkan postingan dengan label kabupaten pekalongan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kabupaten pekalongan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Mei 2010

SANG BINTANG YANG BETAH DI KAMPUNG

Penyanyi yang satu ini barangkali bagi masyarakat khususnya penggemar music dangdut sudah tidak asing lagi, karena memang ia adalah sosok penyanyi yang sudah melanglang buana kepelosok Jawa, khususnya Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.

Tidak jarang kalau pas banyak job merasa kewalahan bagi penyanyi yang bernama Dewi Bintang (25), di usianya yang masih energik menggunakan waktunya untuk meniti karir dari panggung ke panggung. Bahkan beberapa album rekamannya sempat menjadi ‘Best Seller’ di beberapa kota.

Dewi panggilan akrabnya mempunyai hobby menyanyi sejak kelas 5 sekolah dasar, meski bukan dari darah seniman atau penyanyi, namun keberaniannya tampil diatas panggung sudah Nampak sejak kecil.

Sejak ia terjun didunia tarik suara, ia tidak pernah pilih-pilih tempat. Karena pada prinsipnya menyanyi dimana saja tidak dipersoalkan, asalkan sesuai dengan perjanjian yang disepakati.

“Kalau masalah tariff itu relative, tergantung siapa yang mengundang. Yang terpenting kalau sudah ada kesepakatan antara saya dan yang memberi job buat saya…jalani aja” ungkap Dewi sambil mengibaskan rambutnya terjurai kebawah.

Dewi yang kini telah berputra satu lebih memilih untuk hidup dikampungnya di Sragi kabupaten Pekalongan karena hingga saat ini ia masih betah dikampungnya ketimbang harus hidup di luar kota.

“Saya lebih memilih hidup dikampung dan menikmati kehidupan kampung yang ramah tamah. Yang penting jalani aja hidup ini agar terasa nikmat. Yang penting kita harus bisa mensyukuri nikmat yang Tuhan berikan”tutur Dewi sang bintang yang bersuamikan Urip Sugiarto alias Anto.

Dengan bermodalkan suara yang khas Dewi Bintang berusaha untuk dapat menjadi bintang yang dapat menyinari seisi rumah dan sekitarnya, hingga hari-harinya selalu diisi dengan kegiatan menyanyi diatas panggung baik diiringi oleh Solo Organ atau music Orkestra atau Rockduth. Semoga bintang-bintang selalu menyinari dunia yang gelap ini.(AR)

WARUNG LESEHAN BUTUH PERMODALAN


Batang - Pertumbuhan ekonomi suatu kota, ditandai dengan menjamurnya atau makin berkembangnya jumlah pelaku usaha, yang diantara salah satunya, yaitu warung lesehan ‘INUL’, yang sudah melakukan usahanya dipinggir alun-alun Kabupaten Batang selama hampir tujuh tahun. Selama itu pula, sebagai penggerak roda perekonomian ini, belum pernah mendapat bantuan permodalan dari pihak pemerintah setempat.

Sebagaimana dikatakan oleh pemilik warung lesehan ‘INUL’ Batang, Ike Yuliana (23), yang telah berjualan di alun-alun Batang selama hampir tujuh tahun mengatakan, bahwa sebenarnya dirinya butuh permodalan untuk dapat meningkatkan usahanya, namun selama ini belum ada dan belum pernah mendapat bantuan dari pihak pemerintah untuk membantu permodalan usahanya.

“Kami belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah berupa pinjaman lunak, padahal terus terang saja, kami butuh tambahan modal. Sebab harga bahan pokok sudah pada naik semua, sehingga dengan sendirinya akan menambah ongkos belanja”, terang Ike.

Menurutnya, usaha yang digelar mulai pukul 4 sore hingga jam 1 malam ini, membutuhkan kesabaran dan keuletan, dimana kondisi saat ini dalam keadaan yang tidak stabil perekonomian. “Terkadang kalau lagi ramai, hasil penjualan bisa mencapai 1 juta, namun kalau hari-hari biasa, paling banter hanya separonya“, terang ibu dari Nasya (3,5) dan Azka (2,5).

Untuk dapat mempertahankan usahanya, disamping berjualan warung lesehan dimalam hari, juga dirinya usaha dibidang perkreditan barang seperti barang elektronik dan mebeuler. “Agar modal kami tidak mengandalkan dari usaha warung lesehan saja, kami juga melayani masyarakat dibidang perkreditan baik kredit barang elektronik maupun mebeuler. Pokoknya, apa yang diinginkan oleh masyarakat kita layani”, ucap Ike dengan senyuman khasnya.

Lebih jauh dikatakan, bahwa warung lesehan yang digelar hampir tujuh tahun ini, memang mempunyai ciri khas tersendiri, dimana nama-nama menu makanan dan minuman dengan bahasa gaul, seperti menu sate Yongki, yang ternyata bahannya adalah keong atau kiyong, sate bilyard yang bahannya dari telur puyuh yang ditusuk, dan ada sambel ‘setan’, yang rasanya khas buatan anak Batang, dan masih banyak lagi nama makanan dan minuman yang ditawarkan dengan bahasa gaul.

“Maklum, kebanyakan yang makan disini anak-anak muda, sehingga saya menyesuaikan dengan bahasa gaul atau gaya remaja”, tutur Ike yang saat ini yang masih menjomblo. (SW-01/3)

IMAM KHOLIK SUKSES BERSAMA PRUDENTIAL


Kajen - Tidak ada kompromi untuk menjadi orang sukses, karena untuk menjadikan kesuksesan tidak semudah membalik tangan, tanpa dengan kerja yang ulet didasari ketekunan.

Sebagaimana yang telah dilakukan selama bertahun-tahun dengan berbagai pekerjaan digelutinya oleh seorang unit Manager PRUDENTIAL Pekalongan, Imam Kholik (34), kini dirinya merasakan telah menemukan sebutir permata yang selama ini ia impi-impikan, yang dapat mencukupi kebutuhan anak dan istrinya. Bukan sekedar janji, akan tetapi masa depan yang harus ia temukan, kini telah berada dalam genggamannya sehingga kesuksesan kariernya membuat teman sejawatnya iri dalam segi positifnya.

Ditemui diruang kerjanya, Unit Manager Prudential Pekalongan, Imam Kholik menuturkan kepada SURGA, bahwa saat ini ia harus berjuang untuk dapat memenuhi target, yaitu dengan mengorbitkan 10 unit manager dengan penghasilan Rp. 10 juta perbulan.

“Untuk tahun 2008 ini, kami mentargetkan dapat mengangkat 10 unit Manager dengan penghasilan Rp.10 juta perbulan. Dengan demikian, status saya akan naik menjadi Senior Manager”, ungkap Imam Kholik yang optimis Asuransi PRUDENTIAL Pekalongan akan Booming dan dasyat di Pekalongan.

Menurutnya, Visi Prudential Pekalongan adalah mempunyai jaringan yang terbesar, terkuat di Pantura dan Indonesia dengan misi memberikan perubahan yang lebih baik untuk menggapai masa depan. “Terus terang, Prudential Pekalongan baru berdiri sejak 18 Mei 2006 yang saat itu dirintis oleh senior saya yang bernama A. Sjamsudin, SE, dan hingga saat ini omsetnya sudah mencapai 1 milyar, dengan jumlah 50 Agen dan 300 Nasabah yang tersebar di Pekalongan dan sekitarnya”, imbuhnya.

Selanjutnya dikatakan Imam Kholik, bahwa dalam mengembangkan usahanya, dirinya menerapkan managemen agency dimana masing-masing agen harus dapat bekerja semaksimal mungkin sehingga tidak ada kompromi untuk sukses. “Minimal seorang agen untuk 1 hari harus mendapatkan 10 orang nasabah baru, sehingga seorang agen dituntut untuk dapat menggunakan waktu seoptimal mungkin, jangan ada waktu terbuang sia-sia. Kami tidak mengenal debt collector, karena masing-masing nasabah dalam menyetorkan kewajibannya melalui system pembayaran lewat perbankan nasional seperti Bank Permata, BCA, Bank Mandiri, Bank Mandiri Syariah, Lippo Bank dan BII”, terang Imam yang pernah mendapatkan gemblengan latihan militer di KOPASSUS.

Lebih jauh dikatakan Imam, bahwa produk PRUDENTIAL ada dua macam, yakni Syariah dan Non Syariah. “Berhubung saat ini masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim, maka pihak PT. PRUDENTIAL mempunyai produk asuransi Syariah dengan system bagi hasil, yang keuntungan tiap tahunnya apabila nasabah tidak terjadi komplain, maka akan mendapatkan akumulasi omzet Perusahaan disamping dalam rangka menghindari adanya riba dan praktek usaha yang samar-samar atau ragu-ragu”, ungkapnya.

Produk asuransi syariah dengan investasi yang memberikan perlindungan asuransi jiwa sekaligus keuntungan yang sesuai dengan prinsip-prionsip syariah atau hukum islam. “Manfatnya adalah memberikan perlindungan jiwa dan cacat total dan dapat melakukan pengalihan dana dengan pilihan manfaat yang lebih banyak”, pungkasnya.(SW-01@3)

“RINSO” TIPU RATUSAN KONSUMEN


Pekalongan- Akhir-akhir ini banyak konsumen produk sabun cuci RINSO Molto yang telah ditipu melalui program pemberian Surat pemberitahuan hadiah berupa 1 unit Mobil Honda Jazz dan Avanza yang terdapat didalam kemasan Rinso Molto kemasan 30 gram.

Modus penipuannya dengan cara memberikan kupon berhadiah, yang terdapat didalam kemasan Rinso Molto yang bertuliskan hadiah dengan memerintahkan untuk menyetor sejumlah uang ke rekening yang disebutkan, untuk keperluan bea balik nama kendaraan.

Seperti yang dialami oleh Wakhidi, penduduk desa Pandansari Kabupaten Batang yang merasa penasaran dengan surat pemberitahuan yang ada didalam kemasan Rinso 30 gram dengan kop surat dari PT.Unilever Indonesia Tbk itu.

“saya menemukan surat itu didalam kemasan Rinso 30 gram, yang menyebutkan hadiah 1 unit mobil Honda Jazz dan saya disuruh untuk mentransfer ke rekening yang telah disebut dalam surat itu sebesar Rp. 9.100.000,- untuk keperluan bea balik nama”, ucap Wakhidi, ketika ditemui Wartawan di kantor Distributor Unilever Pekalongan.

Ditempat yang sama, Operasional Manajer Unilever Pekalongan, Imam Sentot Suseno membantah, bahwa saat ini Unilever belum mengadakan undian berhadiah, dan dijelaskan olehnya, bahwa pihaknya di Pekalongan hanya selaku pemasaran barang saja.

“PT. Unilever saat ini tidak ada kegiatan, kalau ada kejadian seperti ini merupakan sindikat orang lain yang sengaja memasukkan di produk kami. Kami disini hanya melakukan pemasaran saja, sehingga kami tidak tahu kalau didalam kemasan Rinso ada surat pemberitahuan hadiahnya”, bantah Imam.

Sementara itu, Pengawas dari Yayasan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (Yabpeknas) Jawa Tengah, Ali Rosidin menanggapi adanya modus penipuan yang mengatasnamakan dari PT. Unilever Tbk, dengan serius, dan pihaknya akan segera melakukan upaya hukum, agar secepatnya pihak - pihak terkait melakukan pengawasan terhadap beredarnya produk dari Rinso, yang telah meresahkan masyarakat ini.

“Kasus ini jelas menjadi tanggungjawab PT.Unilever Tbk, untuk melakukan upaya pengawasan terhadap beredarnya barang-barang dagangannya, yang saat ini meresahkan masyarakat, berupa sabun cuci Rinso Molto kemasan 30 gram, sebab bukan tidak mungkin, hal ini dilakukan oleh oknum orang dalam PT.Unilever, ataupun sindikat yang sengaja untuk menghancurkan nama baik PT.Unilever”, terang Ali yang akan melakukan langkah-langkah hukum terhadap masalah ini.

Selanjutnya dituturkan Ali, kepada masyarakat atau konsumen sabun Rinso, maupun produk lainnya yang memberikan hadiah menggiurkan, agar perlu mewaspadai dan agar tidak menanggapi bentuk-bentuk penipuan atau undian – undian tidak resmi tersebut, yang biasanya dilakukan melalui promosi undian berhadiah baik melalui surat pos, kupon palsu dalam produk, SMS, telepon,kurir dan lain-lain.

“Saya berharap agar masyarakat tidak melayani permintaan transfer uang, serta tidak mudah tergiur dengan ajakan menebus hadiah dengan segala cara. Sebab hadiah yang tidak diambil dalam 6 (enam) bulan setelah diumumkan, akan diserahkan ke Departemen Sosial. Tidak ada hadiah yang dilelang dan kami ingatkan bagi pembuat dan pemakai surat palsu, hal ini bisa diancam hukuman 6 tahun penjara sesuai dengan pasal 263 ayat (1), (2) KUHP“, jelas Ali. (SW-01@3)

SAR PANTURA SIAP TANGGULANGI BENCANA


Pekalongan - Berbagai bencana yang melanda di masyarakat, membutuhkan penanganan dan langkah yang cepat secara tuntas untuk dapat mencegah jatuhnya korban dari berbagai bencana alam.

Sebagaimana disampaikan Ketua Umum Search and Rescue Agency (SAR) Pantura Pekalongan,Wachid Mucharom, SPd didampingi Bendaharanya, Fachrudin Rahmat beberapa waktu lalu, yang mengatakan bahwa SAR Pantura siap untuk membantu penanganan korban bencana alam seperti korban banjir, gempa dan kemungkinan korban didarat dan laut.

Tujuan dari kegiatan SAR adalah mengupayakan pencegahan terjadinya bencana alam dan mengatisipasi penanggulangan korban bencana yang terjadi di wilayah eks Karesidenan Pekalongan. “Disamping itu, tujuan SAR adalah memberikan pelatihan dasar pada masyarakat tentang metode penanganan korban bencana dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana”, tutur Wachid.

Selanjutnya, dikatakan Wachid, SAR Pantura juga ingin meningkatkan taraf kesehatan masyarakat dan memberi wadah bagi masyarakat yang peduli terhadap penanggulangan korban bencana serta memberikan pendidikan konservasi lingkungan pada masyarakat Pekalongan dan sekitarnya. Adapun bentuk kegiatannya seperti penyuluhan dan kegiatan pencegahan terjadinya bencana alam, penanggulangan bencana alam dan pelatihan dasar dan lanjutan bagi anggota SAR Pantura dalam penanggulangan bencana.

Lebih jauh dikatakan, bahwa sebagai bentuk tindak lanjut kegiatannya adalah persiapan perencanaan penanggulangan korban bencana serta identifikasi daerah rawan bencana di wilayah Eks Karesidenan Pekalonga dan sekitarnya. “Kita akan adakan indentifikasi daerah rawan korban dan membentuk jaringan informasi dan komunikasi penanggulangan bencana, Juga akan mengadakan patroli daerah rawan bencana yang meliputi identifikasi, evakuasi, distribusi dan rehabilitasi”, terang Wachid .

Ketika disinggung tentang biaya operasionalnya, Wachid mengatakan, bahwa SAR Pantura adalah organisasi sosial kemasyarakatan yang tentunya digali dari kepedulian warga masyarakat yang peduli dengan sesama. “Untuk operasionalnya disamping dari iuran anggota, juga dari kepedulian masyarakat dan donatur lembaga atau sponsor perusahaan tertentu yang peduli dan bantuan lain yang tidak mengikat, dan tidak ketinggalan dari Pemerintah Kota / Kabupaten setempat”, ungkapnya. (SW-01@3)

Sabtu, 15 Mei 2010

SRIKANDI YANG SUKA NYANYI


Batang - Bila anda membutuhkan hiburan, khususnya seni musik, sudah barang tentu akan mencari seorang penyanyi yang suaranya merdu, apalagi ditambah dengan paras yang cantik dan goyangan yang menggoda. Barangkali tidak salah pilih bila kita mengenal sosok penyanyi kelahiran dari Kota Batang dengan nama yang unik Sri Beni.

Kulitnya yang bersih dan dengan body menggemaskan, Sri Beni yang telah melanglang didunia tarik suara hampir 15 tahun ini, diakuinya, dijalani dengan penuh suka dan duka.

“Didunia tarik suara banyak suka duka yang kita alami. Sukanya kalau banyak tawaran manggung. Dukanya kalau dalam sebulan tidak ada yang menawari manggung. Namun Alhamdulillah dari hasil nyanyi saya dapat menunaikan ibadah haji dan menyekolahkan anak saya”, tutur wanita yang sudah menunaikan ibadah haji pada tahun 2005 lalu.

Pengalamannya didunia tarik suara yang sudah lama ditekuninya sejak duduk disekolah SMA, membuatnya matang dibeberapa penampilanya termasuk pengalaman dengan audiens yang suka iseng.

”Penyanyi itu harus supel dengan audiens atau penonton, namun harus dapat menjaga norma-norma kesusilaan. Apalagi penyanyi panggung jangan sampai mendapat predikat negatif”, ucap Beni yang juga pengusaha dibidang konfeksi.

Wanita berusia 36 ini, sebagai ibu dari Guruh (15) dan Mega (9), ia harus terus berjuang untuk dapat melangsungkan perjuangannya sebagai ibu sekaligus kepala keluarga yang menjadi tulung punggung keluarganya. Ia tidak mengenal panas dan hujan ketika harus manggung, baik didalam kota maupun luar kota. Pilihan profesinya merupakan ibadah yang harus dilakukan dengan penuh ceria dengan tulus.

”Profesi sebagai penyanyi sudah merupakan kodrat dari sana, sehingga saya dengan tulus menjalaninya. Namun saya mencoba untuk usaha lain dengan mencoba menekuni dibidang konfeksi”, terang Beni yang saat ini masih betah men”jomblo” .

Ditengah-tengah kesendiriannya, sosok Sri Beni sebenarnya bukannya tidak mau untuk bersuami lagi, namun saat ini belum ada lelaki yang cocok.

”Jujur saja, saat ini saya lagi njomblo, saya tidak pilih-pilih lelaki yang penting ia adalah lelaki yang penuh pengertian dan tanggungjawab yang dapat melindungi anak dan istri”, harap Beni. (SW-01@3)

TUKANG BAKSO BUKA CAFÉ GAUL


Kajen - Setelah menggeluti bisnis jual bakso keliling sejak tahun 1997, Abdul Muhaimin (37), mencoba untuk dapat mengembangkan usahanya agar tidak keliling dan memutuskan untuk membuka sebuah café gaul yang berada dipinggir jalan raya Kemasan Bojong Kabupaten Pekalongan.

Tempat yang dipilihnya berada dipinggir sungai dengan pemandangan persawahan yang terhampar luas, sehingga menambah suasana yang nyaman bagi pengunjung café SAWO ASRI.

Usahanya membuka café gaul dirintis sejak tahun 2002, sehingga pada tahun 2003 tepatnya tanggal 4 juli café gaul SAWO ASRI resmi dibuka hingga saat ini tidak pernah sepi dari pengunjung yang kebanyakan para kawula muda. “Kami merintis usaha buka café gaul sejak tahun 2002, baru pada sekitar bulan juli 2003, café gaul ini kami buka dan alhamdulillah, tidak pernah sepi dari pengunjung yang kebanyakan kaum muda”, terangnya.

Untuk menambah kenyamanan pengunjung, lokasi atau tempat didesain sedemikian rupa, sehingga pengunjung dibuat betah dan nyaman, ditambah dengan berbagai menu makanan dan minuman lainnya selain menu utama atau menu khasnya.
“Disini selain bakso, juga ada ayam bakar, Soto, Nasi goreng ,Sop Daging sapi, mie goreng, ikan bakar dan berbagai minuman macam es juice yang harganya terjangkau dan murah, dengan tanpa mengurangi fasilitas hiburan musik yang kami sajikan”, tuturnya.

Dari pengamatan SURGA, café gaul SAWO ASRI memang sebuah tempat yang nyaman dan mengasyikan, karena disamping lokasinya yang jauh dari keramaian serta didukung udara yang asri, café ini juga menetapkan harga yang relatif murah untuk semua lapisan masyarakat “Memang benar untuk tarif makanan dan minuman disini sengaja dibuat yang terjangkau, karena kebanyakan pengunjung disini para kawula muda. Insya Allah pengunjung tidak kecewa dengan apa yang kami sajikan”, terang ayah 3 anak, suami dari Susi Utami ini. (SW-01@3

WALIKOTA PEKALONGAN RESMIKAN TABLOID SUARA WARGA


Pekalongan - Akhirnya harapan dari seluruh jajaran redaksi Tabloid Suara Warga yang berada di Kelurahan Tirto Pekalongan terlaksana dengan baik dan dan berjalan lancar, sekaligus diresmikan oleh Walikota Pekalongan pada hari Sabtu 16 Pebruari 2008 lalu.

Acara yang dihadiri Walikota Pekalongan, dr. Basyir Ahmad, Dandim 0710 Pekalongan, Letkol Sapriadi, Kapolwil Pekalongan yang diwakili oleh Kompol, H. Agus Salim serta Kapolsek se-Kota Pekalongan, Camat dan Kepala Kelurahan se Kota Pekalongan berlangsung cukup hidmat dan meriah.

Dalam sambutannya Walikota Pekalongan, dr. Basyir Ahmad merasa bangga dengan hasil kerja dari kelompok interaktif masyarakat (KIM) Kelurahan Tirto hingga dapat menerbitkan sebuah tabloid yang dapat dijadikan sebagai sarana informasi dan komunikasi bagi masyarakat Pekalongan, khususnya di Kelurahan Tirto.

”Kami atas nama Pemerintahan Kota Pekalongan merasa salut kepada KIM Tirto yang telah berupaya untuk dapat membuat sebuah sarana informasi dan komunikasi kepada masyaraka,t khususnya dalam memberikan informasi-informasi Pemerintahan hingga dapat dipahami oleh masyarakat”, ucapnya.

Selanjutnya, diharapkan walikota, didalam pemuatan pemberitaan hendaknya dapat dijadikan sumber informasi yang dilandasi dengan hati nurani bukan didasarkan atas ’pesanan’.

”Saya berharap agar media ini dijadikan sebagai sarana komunikasi dan informasi yang positif yang dalam pemuatan beritanya didasari atas hati nurani bukan didasarkan atas pesanan yang dibayar oleh seseorang”, tekan Walikota

Pada kesempatan yang sama, Nurachim, Kepala Kelurahan Tirto Kecamatan Pekalongan Barat yang juga selaku penasehat Redaksi Suara Warga, berharap kepada seluruh jajaran Redaksi Tabloid Suara Warga agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan bertanggungjawab, karena sebuah berita yang ditampilkan harus berdasarkan atas data dan fakta, bukan atas dasar opini yang mengarah kepada fitnah.

”Saya berharap agar dalam menampilkan pemberitaan harus dapat dipertanggungjawabkan yang berdasarkan atas data dan fakta yang ada, sehingga tidak menimbulkan dan berbenturan dengan hukum”, harap Nurachim.

Sementara itu pimpinan redaksi (Pimred) tabloid Suara Warga, Ali Rosidin mengatakan bahwa upaya dari gagasan pembuatan tabloid ini atas kesepakatan dari anggota KIM yang berusaha memberikan informasi kepada masyarakat luas khususnya masyarakat Kelurahan Tirto.

”Kegiatan pembuatan tabloid ini atas kesepakatan anggota KIM Tirto dalam upaya memberikan informasi dalam pembahasan permasalahan - permasalahan yang berkembang di masyarakat, khususnya Kelurahan Tirto agar kondusif”, terangnya.

Selanjutnya dituturkan Ali, untuk dapat berkembangnya tabloid Suara Warga dibutuhkan dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak. Oleh karenanya, Suara Warga berusaha melakukan berbagai upaya untuk menjalin kemitraan dengan berbagai pihak-pihak terkait.

”Kami menyadari untuk dapat berkembangnya tabloid ini, dibutuhkan dukungan dan kerjasama dari semua pihak. Oleh karenanya kami berharap semua pihak untuk dapat bekerjasama dan memberikan dukungan guna berkembangnya tabloid ini”, harap Ali. (SW-01@3)


PONPES ALKHOIRIYAH SIAP CETAK SANTRI MANDIRI


Pemalang- Pondok pesantren yang identik dengan santrinya yang digembleng dibidang ilmu agama keberadaanya patut mendapat perhatian baik Pemerintah maupun masyarakat yang peduli dengan pondok pesantren.

Sebagaimana keberadaan pondok pesantren Al Khoiriyah di desa Klareyan Kecamatan Petarukan Pemalang yang dengan fasilitas seadanya berupaya untuk dapat menelorkan para santri berguna ditengah-tengah masyarakat.

Seperti dituturkan Pengasuh Ponpes AL-Khoiriyah Desa Klareyan Petarukan Pemalang, Kyai Abdul Kholil Bisri ketika dditemui dipondokan mengatakan bahwa meskipun santrinya belajar dengan sarana dan prasarana seadanya namun pembekalan ilmunya tidak kalah dengan ponpes yang ada dikota-kota besar.

“Santri di Ponpes Al khoiriyah disamping memperdalam ilmu agama, juga diberikan bekal ketrampilan. Yang insya Allah kami akan bekerjasama dengan pihak Induk koperasi pondok pesantren(Inkopontren) Jawa Tengah”terang Kyai Kholil panggilan akrabnya.

Kerjasama kemitraan dengan Inkopontren Jawa Tengah diantaranya kerjasama dibidang agrobisnis, seperti penanaman budi daya jagung, budi daya singkong, budi daya ternak sapi , usaha simpan pinjam syariah, koperasi pesantren dan pembukaanb bengkel kerja santri.

“Insya Allah dengan adanya kerjasama kemitraan dengan pihak Inkopontren ini, para santri akan dapat bekal ketrampilan, sehingga bilamana santri lulus atau keluar dari pondokan akan dapat mengembangkan ketrampilannya dimasyarakat dan dapat berguna bagi orang banyak”harap Kyai Kholil.

Lebih jauh disampaikan Kyai kholil bahwa keberadaan dan kondisi Ponpesnya perlu mendapat perhatian dan bantuan untuk dapat berkembang lebih maju.

“Silahkan kalau berbagai pihak ingin membantu kami dalam perbaikan sarana dan prasarana, karena terus terang kondisi atau sarana belajar santri seadanya dimana tidak ada meja dan kursi untuk belajar ,padahal jumlah santri saat ini berkisar 50 santri” terang Kyai Kholil.(SW-01)


LPK INASABA PEDULI ANAK PUTUS SEKOLAH


Pekalongan- Guna menampung anak putus sekolah namun mempunyai prestasi, pihak Lembaga pendidikan komputer(LPK) INASABA Pekalongan membuka program bea siswa kursus para profesi(KPP) yang bekerja sama dengan pihak Dirjen Pendidikan Luar Sekolah(PLS) Depdiknas.

Direktur LPK INASABA, Rina Arsiyanti, Skom mengatakan bahwa pihaknya sangat prihatin terhadap anak putus sekolah yang mempunyai bakat di bidang komputer sehingga sebanyak 80 anak putus sekolah yang mau dibekali pendidikan komputer dan sebagai penerima bea siswa program kursus para profesi di Kota Pekalongan.

“ Bagi anak putus sekolah yang merupakan pengangguran berprestasi kami siap untuk memberikan pelatihan di bidang komputer. Kami mempersiapkan sebanyak 80 peserta untuk diberikan penguasaan komputer agar dapat membekali mereka di bursa dunia kerja”terang Rina.

Selanjutnya dikatakan Rina, setelah ke 80 peserta penerima program kursus para profesi akan diiusahakan dan disalurkan ke perusahaan-perusahaan baik di Kota Pekalongan maupun luar kota.

“Rencananya pelatihan akan diberikan 4 kali pertemuan dalam seminggu, dengan dibagi 3 group. Hal ini dilakukan agar hasil binaan kursus disini dapat optimal dan siap untuk diterjunkan dalam bursa dunia kerja “ungkapnya.

Sementara itu salah satu peserta kursus para profesi yang tidak mau disebut namanya mengatakan bahwa dengan adanya program kursus para profesi yang diadakan oleh LPK INASABA sangat membantu orangtua dan masyarakat.

“Saya merasa bangga dengan LPK INASABA yang telah peduli dengan anak putus sekolah, karena kebanyakan anak putus sekolah dikarenakan factor kondisi ekonomi orangtua yang kurang biaya. Mudah-mudahan Pemerintah Kota(Pemkot) Pekalongan akan lebih memperhatikan kegiatan ini karena sangat membantu bagi anak putus sekolah”ungkapnya.

Sekedar diketahui LPK INASABA yang baru berkiprah beberapa tahun sudah dapat meluncurkan program yang sangat mulia terutama bagi anak-anak keluarga yang kurang mampu namun berprestasi. Sehingga patut mendapat respon positif bagi berbagai kalangan khususnya Pemkot Pekalongan. (SW-01)

PENGUSAHA KECIL HARAPKAN PERHATIAN PEMERINTAH

Kendala yang sering dihadapi para pengusaha konveksi “kecil-kecilan” , adalah sulitnya mendapatkan pengadaan bahan baku, dan juga yang paling penting adalah pemasarannya. Hal ini diungkapkan pengusaha konveksi di Desa Karangsari Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, H. Mochamad Djaelani, kepada wartawan beberapa waktu yang lalu.

Lebih lanjut pak haji mengatakan, bahwa saat ini pihaknya merasakan, tidak adanya perhatian dari pemerintah daerah, kepada para pengusaha konveksi. “Pengusaha kecil, menurut pantauan saya, seperti sekarang di Kecamatan Bojong, seolah-olah tidak ada yang ngopeni dan pembinaan, sehingga, saat seperti ini, hasil produksi hanya ditumpuk saja. Dan untuk menaggulangi hal itu, hendaknya pemerintah turun tangan, minimal memberikan solusi”, tuturnya.

Pengusaha celana Jeans merk OCSA, ZICO dan ZIVANO ini berharap, pengusaha kecil-kecilan, ada perhatian dari pemerintah daerah. Karena bagaimanapun juga, telah ikut membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran. “Harapan kami, pemerintah bisa menyediakan bahan baku, karena selama ini, kami merasa kesulitan untuk memperolehnya, dan kalau bisa, dengan harga standard. Karena bagaimanapun juga, kita telah membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran. Dan saat ini kami telah memberdayakan 140 orang di Bojong untuk berkarya di perusahaan kami”, pungkas pria 71 tahun ini.(SW-02)

DENGAN PROYEK 65 MILYAR KOTA DAN KABUPATEN PEKALONGAN AKAN TERBEBAS DARI BANJIR TAHUNAN


Berita gembira ini patut untuk segera direalisasikan oleh Pemerintah. Karena selama ini, masyarakat Kota dan Kabupaten Pekalongan, khususnya wilayah yang dilewati alur sungai Sengkarang, Meduri dan Kali Bremi, selama ini sudah merasa jenuh, dengan hadirnya tamu tahunan, yakni banjir yang hingga datang 2 hingga 3 kali dalam 1 tahun.

Sebagaimana disampaikan Koordinator Satuan Kerja (Satker) Kupang Pekalongan, Nugroho, ST kepada wartawan mengatakan, bahwa pihaknya telah mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi, untuk melakukan normalisasi 3 alur sungai yang melintas di Kota dan Kabupaten Pekalongan. “Karena kita selaku orang lapangan yang menggeluti bidang ini, sehingga kita tahu apa permasalahan yang selama ini mengakibatkan banjir di wilayah kita. Dan kita sudah mengusulkan untuk diadakannya normalisasi Kali Sengkarang, Meduri dan Kali Bremi, dengan membuat sodetan ataupun muara baru, yang sudah kita usulkan sejak tahun 2000, dan semoga usulan anggaran ini bisa terealisasi”, tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan Nugroho, perlu dimaklumi, bahwa daerah yang dilewati oleh ketiga sungai tersebut memang daerah yang rendah, yang diperparah dengan adanya pendangkalan disungai tersebut. “Intinya, kegiatan ini untuk penanggulangan banjir di Kabupaten Pekalongan yang meliputi Kecamatan Tirto dan Kota Pekalongan, khususnya di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat, agar masyarakat terkurangi bebannya akibat banjir. Dan harapan saya, sebelum masa pension saya tiba tahun depan, Pekalongan sudah bebas dari banjir”, harapnya.

Ditemui dilain tempat, Kepala Kantor Pemberdayaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Pekalongan, Djajin, ST, membenarkan perihal akan adanya proyek yang akan menelan biaya sekitar 65 Milyar tersebut. “Menurut informasi yang kita dapat dari staff Balai Besar, kegiatan akan dilaksanakan tahun ini”, katanya.

Menurut Djajin, kegiatan ini dilaksanakan oleh provinsi, dan untuk daerah, hanya diminta untuk melakukan biaya pendampingan saja. “Pemda hanya diminta untuk membantu pendampingan saja, berupa pembebasan tanah hak milik warga, sedangkan untuk tanah milik negara, tergantung kebijakan pelaksana proyek”, imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Daryono mengatakan, pihaknya menyambut baik langkah yang diambil pemerintah ini. Karena menurutnya, masyarakatnya sudah jenuh dengan banjir tahunan yang sering melanda. “Kami selaku yang mewakili masyarakat, merasa senang dan salut, apabila kegiatan ini segera terealisasi. Karena selama ini masyarakat Jeruksari selalu mendapat tamu tahunan, yakni banjir yang hingga mencapai 15 hari”, katanya.

Lebih lanjut, Daryono mengungkapkan, bahwa pihaknya telah melakukan pengukuran tanah milik warga, yang akan dibebaskan. Dan untuk tanah GG serta tanah negara yang selama ini di rawat oleh masyarakat, belum ada titik temu ganti rugi, dan pihaknya berharap untuk adanya kompensasi. “Pengukuran dan pembebasan tanah berjalan lancar, karena masyarakat sudah menyadari, bahwa kegiatan ini untuk kepentingan bersama”, jelasnya.

Pihaknya berharap, wilayah Jeruksari yang muara-nya air dari kota dan Kabupaten Pekalongan, dan selama ini, didesa jeruksari tidak ada terusan yang menuju ke laut, atau buntu, proses realisasi kegiatan ini hendaknya untuk segera dilaksanakan. “Dengan adanya proyek ini, diharapkan bisa mengatasi banjir. Dan diharapkan, ada kompensasi bagi warga kami yang selama ini merawat tanah milik negara, karena tanah tersebut menjadi mata pencaharian warga kami”, pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Camat Tirto, Puji Iriyanto, SH, MH. Kepada wartawan, dirinya mengatakan, optimis kegiatan ini bisa mengurangi penderitaan masyarakat, karena menurut pantauannya, banjir telah membebani selama 15 hari di wilayah kecamatan Tirto, kendati hanya dari air hujan biasa.(SW-02/03)