Minggu, 16 Mei 2010

“RINSO” TIPU RATUSAN KONSUMEN


Pekalongan- Akhir-akhir ini banyak konsumen produk sabun cuci RINSO Molto yang telah ditipu melalui program pemberian Surat pemberitahuan hadiah berupa 1 unit Mobil Honda Jazz dan Avanza yang terdapat didalam kemasan Rinso Molto kemasan 30 gram.

Modus penipuannya dengan cara memberikan kupon berhadiah, yang terdapat didalam kemasan Rinso Molto yang bertuliskan hadiah dengan memerintahkan untuk menyetor sejumlah uang ke rekening yang disebutkan, untuk keperluan bea balik nama kendaraan.

Seperti yang dialami oleh Wakhidi, penduduk desa Pandansari Kabupaten Batang yang merasa penasaran dengan surat pemberitahuan yang ada didalam kemasan Rinso 30 gram dengan kop surat dari PT.Unilever Indonesia Tbk itu.

“saya menemukan surat itu didalam kemasan Rinso 30 gram, yang menyebutkan hadiah 1 unit mobil Honda Jazz dan saya disuruh untuk mentransfer ke rekening yang telah disebut dalam surat itu sebesar Rp. 9.100.000,- untuk keperluan bea balik nama”, ucap Wakhidi, ketika ditemui Wartawan di kantor Distributor Unilever Pekalongan.

Ditempat yang sama, Operasional Manajer Unilever Pekalongan, Imam Sentot Suseno membantah, bahwa saat ini Unilever belum mengadakan undian berhadiah, dan dijelaskan olehnya, bahwa pihaknya di Pekalongan hanya selaku pemasaran barang saja.

“PT. Unilever saat ini tidak ada kegiatan, kalau ada kejadian seperti ini merupakan sindikat orang lain yang sengaja memasukkan di produk kami. Kami disini hanya melakukan pemasaran saja, sehingga kami tidak tahu kalau didalam kemasan Rinso ada surat pemberitahuan hadiahnya”, bantah Imam.

Sementara itu, Pengawas dari Yayasan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (Yabpeknas) Jawa Tengah, Ali Rosidin menanggapi adanya modus penipuan yang mengatasnamakan dari PT. Unilever Tbk, dengan serius, dan pihaknya akan segera melakukan upaya hukum, agar secepatnya pihak - pihak terkait melakukan pengawasan terhadap beredarnya produk dari Rinso, yang telah meresahkan masyarakat ini.

“Kasus ini jelas menjadi tanggungjawab PT.Unilever Tbk, untuk melakukan upaya pengawasan terhadap beredarnya barang-barang dagangannya, yang saat ini meresahkan masyarakat, berupa sabun cuci Rinso Molto kemasan 30 gram, sebab bukan tidak mungkin, hal ini dilakukan oleh oknum orang dalam PT.Unilever, ataupun sindikat yang sengaja untuk menghancurkan nama baik PT.Unilever”, terang Ali yang akan melakukan langkah-langkah hukum terhadap masalah ini.

Selanjutnya dituturkan Ali, kepada masyarakat atau konsumen sabun Rinso, maupun produk lainnya yang memberikan hadiah menggiurkan, agar perlu mewaspadai dan agar tidak menanggapi bentuk-bentuk penipuan atau undian – undian tidak resmi tersebut, yang biasanya dilakukan melalui promosi undian berhadiah baik melalui surat pos, kupon palsu dalam produk, SMS, telepon,kurir dan lain-lain.

“Saya berharap agar masyarakat tidak melayani permintaan transfer uang, serta tidak mudah tergiur dengan ajakan menebus hadiah dengan segala cara. Sebab hadiah yang tidak diambil dalam 6 (enam) bulan setelah diumumkan, akan diserahkan ke Departemen Sosial. Tidak ada hadiah yang dilelang dan kami ingatkan bagi pembuat dan pemakai surat palsu, hal ini bisa diancam hukuman 6 tahun penjara sesuai dengan pasal 263 ayat (1), (2) KUHP“, jelas Ali. (SW-01@3)

SAR PANTURA SIAP TANGGULANGI BENCANA


Pekalongan - Berbagai bencana yang melanda di masyarakat, membutuhkan penanganan dan langkah yang cepat secara tuntas untuk dapat mencegah jatuhnya korban dari berbagai bencana alam.

Sebagaimana disampaikan Ketua Umum Search and Rescue Agency (SAR) Pantura Pekalongan,Wachid Mucharom, SPd didampingi Bendaharanya, Fachrudin Rahmat beberapa waktu lalu, yang mengatakan bahwa SAR Pantura siap untuk membantu penanganan korban bencana alam seperti korban banjir, gempa dan kemungkinan korban didarat dan laut.

Tujuan dari kegiatan SAR adalah mengupayakan pencegahan terjadinya bencana alam dan mengatisipasi penanggulangan korban bencana yang terjadi di wilayah eks Karesidenan Pekalongan. “Disamping itu, tujuan SAR adalah memberikan pelatihan dasar pada masyarakat tentang metode penanganan korban bencana dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana”, tutur Wachid.

Selanjutnya, dikatakan Wachid, SAR Pantura juga ingin meningkatkan taraf kesehatan masyarakat dan memberi wadah bagi masyarakat yang peduli terhadap penanggulangan korban bencana serta memberikan pendidikan konservasi lingkungan pada masyarakat Pekalongan dan sekitarnya. Adapun bentuk kegiatannya seperti penyuluhan dan kegiatan pencegahan terjadinya bencana alam, penanggulangan bencana alam dan pelatihan dasar dan lanjutan bagi anggota SAR Pantura dalam penanggulangan bencana.

Lebih jauh dikatakan, bahwa sebagai bentuk tindak lanjut kegiatannya adalah persiapan perencanaan penanggulangan korban bencana serta identifikasi daerah rawan bencana di wilayah Eks Karesidenan Pekalonga dan sekitarnya. “Kita akan adakan indentifikasi daerah rawan korban dan membentuk jaringan informasi dan komunikasi penanggulangan bencana, Juga akan mengadakan patroli daerah rawan bencana yang meliputi identifikasi, evakuasi, distribusi dan rehabilitasi”, terang Wachid .

Ketika disinggung tentang biaya operasionalnya, Wachid mengatakan, bahwa SAR Pantura adalah organisasi sosial kemasyarakatan yang tentunya digali dari kepedulian warga masyarakat yang peduli dengan sesama. “Untuk operasionalnya disamping dari iuran anggota, juga dari kepedulian masyarakat dan donatur lembaga atau sponsor perusahaan tertentu yang peduli dan bantuan lain yang tidak mengikat, dan tidak ketinggalan dari Pemerintah Kota / Kabupaten setempat”, ungkapnya. (SW-01@3)

Sabtu, 15 Mei 2010

SATPOL PP KOMITMEN TEGAKKAN PERDA


Pekalongan - Sebagai aparatur negara yang mengemban amanah dalam mengabdikan diri kepada Negara dan Bangsa, jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), komitmen untuk menegakkan peraturan yang ada, khususnya peraturan daerah(Perda) tentang kebersihan, ketertiban dan keindanhan (K-3) .

Seperti dikatakan Kepala Satpol PP Kota Pekalongan, Widarjanto, SH, M.Hum yang kini tengah gencar-gencarnya melakukan operasi penertiban terhadap pedagang kaki lima dan penertiban bangunan diatas saluran air.

”Upaya kami dalam melaksanakan dan menegakkan Perda adalah semata - mata agar masyarakat taat terhadap peraturan yang ada. Sebab penertiban yang dilakukan merupakan amanah dari peraturan daaerah yang memuat beberapa pokok berkenaan dengan kebersihan, ketertiban dan keindahan di Kota Pekalongan”, terangnya.

Selanjutnya dikatakan Widarjanto, bahwa penegakan dan pelaksanaan penertiban yang selama ini digelar oleh satuan yang dipimpinnya, juga dalam rangka untuk menciptakan kota Pekalongan yang bersih. Tentunya dalam melakukan penertiban didasarkan pada Perda yang mengaturnya dan proses penertiban yang dilakukan bukan tindakan yang semena-mena. Artinya dalam melakukan penertiban baik terhadap pedagang kaki lima maupun terhadap bangunan yang menyalahi aturan atau bangunan yang berada diatas saluran air, terlebih dahulu dengan memberikan surat pemberitahuan kepada pihak yang dianggap melanggar .

”Apabila sampai dengan batas waktu yang ditentukan para pelanggar belum dapat melakukan pembongkaran atau pembenahan, maka kami mempersilahkan kepada para pelanggar untuk membokar sendiri. Namun apabila batas waktu yang diberikan dilanggar, masih juga belum melakukan pembongkaran maka dengan sangat terpaksa kami lakukan pembongkaran”, ucap Widarjanto.

Perlu diketahui, bahwa kegiatan penertiban seperti penertiban bangunan diatas saluran air dikandung maksud agar saluran air tidak tersumbat karena dapat mengakibatkan banjir. ”Kalau bangunan diatas air tidak dibenahi, dikhawatirkan akan ada penyumbatan terhadap saluran air yang disebabkan oleh sampah yang tersumbat oleh bangunan tersebut dan akan berakibat banjir”, jelas Widarjanto.

Adapun sasaran kegiatan penertiban, terutama terhadap jalan-jalan utama dalam kota dan tempat-tempat yang menjadi fokus penyebab adanya penyumbatan air yang dapat mengakibatkan banjir. ”Kami berharap kepada masyarakat agar tidak membuang sampah disaluran air dan tidak mendirikan bangunan diatas saluran air, sebab rawan penyumbatan saluran irigasi yang dapat mengakibatkan banjir”, harap Widarjanto. (SW-01@3)

SENIMAN TIDAK BUTUH DEWAN KESENIAN ??


Pekalongan - Persoalan wadah seniman yang selama ini ada di Pemerintahan dengan nama Dewan Kesenian mendapat tanggapan serius dari seniman yang dijuluki ‘hiden arts’ karena memang seniman yang tersembunyi.

Sebagaimana dituturkan oleh pekerja teater, Angger Samudra didampingi Anto Gondrong di padepokan teater ARDA yang saat ini sedang berupaya, agar bagaimana seni di Kota Pekalongan bisa hidup kembali.

“Persoalan proses para seniman lebih cenderung pada arts atau seni, yaitu sebuah karya yang menuju kearah persoalan estetika, sehingga seni atau Arts bagi pelakunya adalah sebuah kreatifitas estetika para seniman itu sendiri dalam mengolah karyanya, bukan bagaimana menjual seni untuk diperjual belikan”, tutur Angger.

Menurutnya, dengan adanya Dewan Kesenian merupakan solusi yang tepat dalam memberikan wadah bagi para seniman untuk berkarya, akan tetapi struktur atau orang yang menanganinya harus tepat dan tahu akan seni.

“Kalau struktur pengurus tidak menguasai adanya kultur dan estetika tentang Pekalongan, maka kinerja Dewan Kesenian masih diragukan. Artinya, bagaimana orang-orang yang duduk di Dewan Kesenian adalah harus orang-orang yang mengetahui tentang estetika dan kultur orang Pekalongan dan juga harus mampu menterjemahkan dihadapan para seniman”, jelas Angger.

Persoalannya adalah selama ini yang sering diributkan adalah adanya subsidi dana, karena Dewan Kesenian memang mendapat anggaran dari APBD. “Dewan Kesenian harus jadi dokter estetika yang mampu mengobati para pekerja seni untuk dapat menghidupkan hasil karya seninya, jangan malah sebaliknya, justru Dewan Kesenian menjadi ‘pasiennya’, imbuh Angger.

Lebih jauh dikatakan Angger, bahwa Dewan Kesenian harus sanggup memberikan tempat bagi kreatifitas para seniman yang berupa sarana dan prasarana. “Dewan Kesenian harus mampu mengobati para seniman yang ‘sakit’, yang selama ini kurang sarana dan prasarana, bukan malah sebaliknya ramai-ramai mencari obat untuk dirinya sendiri”, terang Angger.

Menanggapi adanya struktur Dewan Kesenian yang dikomandani oleh seorang birokrat dan beberapa anggota Dewan yang tidak memiliki jiwa seni, dirinya menilai perlu diadakan pengkajian, sejauh mana instrumen Dewan Kesenian dalam menangani persolaan seni di Pekalongan dan secara umum.

Apa yang dilakukan oleh Dewan Kesenian harus dapat mengcover para pekerja seni, bukan sebaliknya Dewan Kesenian mencari pekerjaan didalamnya. Karena hubungan pekerja seni dan Dewan selama ini belum optimal dan bersinergi dengan baik.

“Hubungan seniman dengan Dewan Kesenian merupakan sebuah hubungan yang tidak ada keterikatan. Seniman tidak berharap sekali dengan Dewan Kesenian. Seniman mempunyai idealisme sendiri, ada atau tidak ada Dewan Kesenian , Seniman masih tetap berkarya, contohnya Candi Borobudur berdiri tanpa adanya Dewan Kesenian”, katanya dengan kelakar. (SW-01@3)

SMKN 3 PEKALONGAN RAIH ISO 9001-2000

Pekalongan - Belum lama ini SMK Negeri 3 Pekalongan menerima penghargaan dari TUV berupa pemberian sertifikasi ISO 9001-2000. Penyerahan sertifikasi ISO diserahkan oleh Walikota Pekalongan pada Senin (10/3) lalu dalam upacara yang dihadiri oleh para Kepala SMP dan SMK se Kota Pekalongan. Acara penyerahan sertifikasi ISO 9001-2000 sekaligus dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-31 SMKN 3 Pekalongan.

Dalam sambutanya, Walikota Pekalongan, dr. H.M Basyir Ahmad mengatakan, bahwa dengan keberhasilan SMKN 3 Pekalongan meraih ISO 9001-2000, membuktikan bahwa SMK yang selama ini dipandang sebelah mata ternyata mampu menunjukkan prestasinya di bidang sistem manajemen mutu pendidikan.

“Kedepan kita akan merencanakan menaikan anggaran pendidikan hingga 100 milyar, ini dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Dengan diraihnya ISO 9001-2000 oleh SMKN 3, menunjukan bahwa satu-satunya sekolah di Pekalongan diantara 90 SMK di Jawa Tengah yang mampu menunjukan kualitas mutu pendidikan”, ungkap Walikota.

Diharapkan, lulusan dari SMK Negeri 3 Pekalongan atau yang lebih dikenal dengan STM JUTEX, akan dapat terserap didunia usaha, karena selama ini, sebelum siswa lulus pun, sudah mendapat pesanan dari perusahaan, karena kualitas pendidikan yang cukup bagus.

“Mudahan-mudahan lulusan SMKN 3 dapat tertampung di perusahaan-perusahaan, karena memang kualitasnya cukup bagus”, harap Walikota

Sementara itu Kepala SMK Negeri 3 Pekalongan, Drs. Muhajir disela-sela acara penyerahan sertifikasi mengatakan, bahwa upaya sekolahnya dalam melakukan peningkatan mutu pendidikan, telah melalui berbagai tahapan yang sudah dilakukan, diantaranya dengan memenuhi persyaratan standar pelayanan yang mengacu pada standar internasional, dengan melakukan pendekatan proses, yaitu proses merencanakan, mengerjakan, memeriksa dan mengambil tindakan.

“Persyaratan atau elemen-elemen yang terdapat dalam ISO 9001-2000 diantaranya system menajemen mutu, tanggung jawab manajemen, manajemen sumber daya, realisasi produk, pengukuran, analisa dan perbaikan, yang kesemuanya merupakan komitmen kami dalam menerapkan system pendidikan di SMK Negeri 3”, terang Muhajir yang berharap pada tahun ini anak didiknya akan lulus 100 %. (SW-01@3)



SRIKANDI YANG SUKA NYANYI


Batang - Bila anda membutuhkan hiburan, khususnya seni musik, sudah barang tentu akan mencari seorang penyanyi yang suaranya merdu, apalagi ditambah dengan paras yang cantik dan goyangan yang menggoda. Barangkali tidak salah pilih bila kita mengenal sosok penyanyi kelahiran dari Kota Batang dengan nama yang unik Sri Beni.

Kulitnya yang bersih dan dengan body menggemaskan, Sri Beni yang telah melanglang didunia tarik suara hampir 15 tahun ini, diakuinya, dijalani dengan penuh suka dan duka.

“Didunia tarik suara banyak suka duka yang kita alami. Sukanya kalau banyak tawaran manggung. Dukanya kalau dalam sebulan tidak ada yang menawari manggung. Namun Alhamdulillah dari hasil nyanyi saya dapat menunaikan ibadah haji dan menyekolahkan anak saya”, tutur wanita yang sudah menunaikan ibadah haji pada tahun 2005 lalu.

Pengalamannya didunia tarik suara yang sudah lama ditekuninya sejak duduk disekolah SMA, membuatnya matang dibeberapa penampilanya termasuk pengalaman dengan audiens yang suka iseng.

”Penyanyi itu harus supel dengan audiens atau penonton, namun harus dapat menjaga norma-norma kesusilaan. Apalagi penyanyi panggung jangan sampai mendapat predikat negatif”, ucap Beni yang juga pengusaha dibidang konfeksi.

Wanita berusia 36 ini, sebagai ibu dari Guruh (15) dan Mega (9), ia harus terus berjuang untuk dapat melangsungkan perjuangannya sebagai ibu sekaligus kepala keluarga yang menjadi tulung punggung keluarganya. Ia tidak mengenal panas dan hujan ketika harus manggung, baik didalam kota maupun luar kota. Pilihan profesinya merupakan ibadah yang harus dilakukan dengan penuh ceria dengan tulus.

”Profesi sebagai penyanyi sudah merupakan kodrat dari sana, sehingga saya dengan tulus menjalaninya. Namun saya mencoba untuk usaha lain dengan mencoba menekuni dibidang konfeksi”, terang Beni yang saat ini masih betah men”jomblo” .

Ditengah-tengah kesendiriannya, sosok Sri Beni sebenarnya bukannya tidak mau untuk bersuami lagi, namun saat ini belum ada lelaki yang cocok.

”Jujur saja, saat ini saya lagi njomblo, saya tidak pilih-pilih lelaki yang penting ia adalah lelaki yang penuh pengertian dan tanggungjawab yang dapat melindungi anak dan istri”, harap Beni. (SW-01@3)

TUKANG BAKSO BUKA CAFÉ GAUL


Kajen - Setelah menggeluti bisnis jual bakso keliling sejak tahun 1997, Abdul Muhaimin (37), mencoba untuk dapat mengembangkan usahanya agar tidak keliling dan memutuskan untuk membuka sebuah café gaul yang berada dipinggir jalan raya Kemasan Bojong Kabupaten Pekalongan.

Tempat yang dipilihnya berada dipinggir sungai dengan pemandangan persawahan yang terhampar luas, sehingga menambah suasana yang nyaman bagi pengunjung café SAWO ASRI.

Usahanya membuka café gaul dirintis sejak tahun 2002, sehingga pada tahun 2003 tepatnya tanggal 4 juli café gaul SAWO ASRI resmi dibuka hingga saat ini tidak pernah sepi dari pengunjung yang kebanyakan para kawula muda. “Kami merintis usaha buka café gaul sejak tahun 2002, baru pada sekitar bulan juli 2003, café gaul ini kami buka dan alhamdulillah, tidak pernah sepi dari pengunjung yang kebanyakan kaum muda”, terangnya.

Untuk menambah kenyamanan pengunjung, lokasi atau tempat didesain sedemikian rupa, sehingga pengunjung dibuat betah dan nyaman, ditambah dengan berbagai menu makanan dan minuman lainnya selain menu utama atau menu khasnya.
“Disini selain bakso, juga ada ayam bakar, Soto, Nasi goreng ,Sop Daging sapi, mie goreng, ikan bakar dan berbagai minuman macam es juice yang harganya terjangkau dan murah, dengan tanpa mengurangi fasilitas hiburan musik yang kami sajikan”, tuturnya.

Dari pengamatan SURGA, café gaul SAWO ASRI memang sebuah tempat yang nyaman dan mengasyikan, karena disamping lokasinya yang jauh dari keramaian serta didukung udara yang asri, café ini juga menetapkan harga yang relatif murah untuk semua lapisan masyarakat “Memang benar untuk tarif makanan dan minuman disini sengaja dibuat yang terjangkau, karena kebanyakan pengunjung disini para kawula muda. Insya Allah pengunjung tidak kecewa dengan apa yang kami sajikan”, terang ayah 3 anak, suami dari Susi Utami ini. (SW-01@3